Waspadai Vaksin Palsu yang masih beredar!

Boomingnya berita tentang vaksin palsu di tanah air sempat membuat para ibu ibu menjadi enggan peri ketempat kesehatan seperti puskesmas, posyandu dan lain lain.

Ada banyak vaksin yang dibuat dan dipalsukan, berikut ini vaksin yang dipalsukan

Vaksin yang dipalsukan

  1. Vaksin Polio OPV; 
  2. Vaksin BCG;
  3. Vaksin Engerix B untuk hepatitiis B;
  4. Vaksin TT untuk tetanus;
  5. Vaksin Campak;
  6. Vaksin Hepatitis B;
  7. Vaksin Pediacel adalah vaksin kombinasi untuk diphteri, tetanus, pertussis, polio dan Hib (haemophillus influenza);
  8. Vaksin Penta-Bio untuk Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B Rekombinan, Haemophilus influenzae tipe b;
  9. Vaksin Havrix  untuk hepatitis A;
  10. Vaksin Eruvax B  untuk hepatitiis B;
  11. Vaksin Tripacel  untuk difteri, pertusis dan tetanus untuk anak, dan
  12. Vaksin PPD RT 23 untuk tes Mantoux

Dampak dari vaksin palsu

  • Anak yang dianggap kebal terhadap penyakit yang dicegah dengan imunisasi tersebut. Karena vaksin palsu maka anak jadi tidak kebal dan bisa terkena infeksi tersebut. Misalnya bila anak sudah menerima vaksin DPaT HIB palsu anak tersebut masih bisa terkena infeksi Difteri, Tetanus, Polio atau Infeksi HiB.
  • Pemalsu biasanya tidak higienis dalam pembuatannya. Bila itu terjadi maka beresiko terjadi infeksi. Infeksi yang terjadi biasanya dalam beberapa hari timbul infeksi lokal pada bekas suntikan muncul bengkak kemerahan dan keluar pus atau nanah. Gangguan bengkak ini tidak akan membaik tanpa pemberian antibiotika. Terdapat sebagian anak dengan riwayat kulit sensitif saat menerima vaksin juga mengalami pembengkakkan tetapi pembekkan tersebut berbeda bukan karena infeksi karena reaksi hioersesnitifitas vaksin. Pada kasus terakhir tersebut tanpa pemberian antibiotika dan obat obatan akan membaik sendiri. Sampai saat ini belum ada kasus infeksi pada pemberian antibiotika. Hal ini terjadi mungkin saja pembuat vaksin palsu masih memperhatikan sterilitas produksinya karena pembuat vaksin palsu adalah tenaga perwawat medis.
  • Bila vaksin palsu bahannya antibiotika bisa menimbulkan reaksi alergi pada penderita tertentu. Biasanya gangguannya dalam waktu singkat dalam beberapa jam atau hari dengan reaksi  gatal-gatal seluruh tubuh, mata bengkak, bibir bengkan atau nafas sesak. tetapi kasus alergi antibiotika tersebut sangat jarang terjadi.
  • Dampak buruk lainnya tergantung kandungan lainnya yang masih dalam penyelidikan BPOM dan Puslabfor Polri.

Ciri ciri Vaksin wajib (hepatitis, BCG dan campak) palsu

  • Vaksin Palsu kemasannya tidak sesempurna aslinya.
  • Nomor batch dan expired date tidak jelas dan kabur.
  • Vaksin Pediacel DPaT HiB palsu tampak tutup botol vial vaksin warna biru lebih pudar. Kotak kemasan  putih lebih buram atau lebih tidak cerah. Tulisan dalam kemasan lebih kabur. Pada leaflet atau brosur keterangan obat lambang vaksin lebih gelap dan tidak halus.
  • Harganya yang tertulis di kemasan tidak sesuai dengan harga yang dikeluarkan distributor resmiPerbedaan harga dari yang asli bisa mencapai 200 – 400 ribu rupiah.
  • Kapan harus curiga
  • Bila penderita mendapatkan vaksin dari oknum rumah sakit tertentu tanpa pembayaran resmi di kasir rumah sakit atau membeli di apotek tertentu.
  • Bila mendapatkan vaksin yang sangat murah dibandingkan harga pasaran
  • Bila membeli vaksin membeli obat di toko obat atau apotek
  • Bila dicurigai hal tersebut di atas sebaiknya bekonsultasi dengan dokter untuk dilakukan vaksin ulang

Daftar Rumah Sakit Penerima Vaksin Palsu

Dari penyelidikan bahwa telah resmi diumumkan oleh Menkes, ada 14 RS (rumah sakit) yang memakai vaksin palsu sebagaimana ungkapannya di dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan, Bareskrim Polri, Biofarma, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Daftar rumah sakit penerima vaksin palsu:

  1. DR Sander, Cikarang
  2. Bhakti Husada, Terminal Cikarang
  3. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gombong
  4. RSIA Puspa Husada
  5. Karya Medika, Tambun
  6. Kartika Husada, Jalan MT Haryono Setu, Bekasi
  7. Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi
  8. Multazam, Bekasi
  9. Permata, Bekasi
  10. RSIA Gizar, Villa Mutiara Cikarang
  11. Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur
  12. Elisabeth, Narogong, Bekasi
  13. Hosana, Lippo Cikarang
  14. Hosana, Bekasi, Jalan Pramuka

Sumber:
kompas.com
mediaimunisasi.com

0 Response to "Waspadai Vaksin Palsu yang masih beredar!"

Posting Komentar